Pernikahan Nadine dan Dimas, Beda Agama?

Beberapa hari yang lalu, netizen Instagram tengah riuh dengan foto pernikahan Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara. Pasangan yang sama-sama punya hobi jalan-jalan ini terlihat sangat bahagia di hari pernikahannya. Pernikahan Nadine dan Dimas diadakan di dua tempat, yakni Lombok dan Jakarta. Tapi setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata pasangan ini telah menikah pada tanggal 5 Mei 2018 lalu di Bhutan.

Bhutan

Bhutan adalah negara di kawasan Asia Selatan yang berada di lereng Pegunungan Himalaya yang fenomenal. Negara ini bertetangga dengan Nepal, China dan India. Negara ini dikenal memiliki mayoritas pemeluk agama Buddha, Bhutan punya banyak kuil-kuil yang sangat menarik untuk dikunjungi salah satunya Paro Takstang atau dikenal dengan Tiger Nest Monastery.

Bhutan dikenal sebagai negara paling damai dan paling tidak polutif di dunia. Negeri kecil ini memang punya daya tarik wisata yang sangat baik sehingga banyak turis datang ke sana dalam beberapa tahun terakhir. Maka tak heran jika Nadine dan Dimas sangat bahagia bisa melangsungkan prosesi pernikahan di Bhutan.

Banyak netizen menduga bahwa alasan mereka menikah di Bhutan adalah karena perbedaan agama. Tapi daripada dengerin netizen, mending kita simak pengakuan dari kedua mempelai saja ya.

“Sebenarnya banyak tempat indah sih di bumi ini ya, dan memang benar kita mencari tempat yang terbuka. Yang lebih kita kejar adalah pada saat ada acara yang bisa dibilang intimate yang sakral, kita kurang nyaman dengan handphone di depan yang suka moto-motoin. Jadi kita berfikir bagaimana caranya pada saat acara sakral ini, kita juga tidak terkecoh dengan yang pada megang handphone, tamu juga kebetulan adalah keluarga aja, dan kita fokus dengan acara ini,” jelas Nadine.

Jadi mereka hanya mau melakukan prosesi pernikahan yang sakral sekhidmat mungkin, makanya memilih Bhutan sebagai tempat mengucapkan janji suci tersebut.

Baca lainnya : Nikita Mirzani Hijrah

Namun begitu, netizen juga tetap masih penasaran tentang perbedaan agama yang dianut Nadine dan Dimas. Ada yang berspekulasi menyatakan bahwa Nadine telah berpindah keyakinan dan menjadi seorang mualaf. Dalam acara resepsi pernikahan Nadine dan Dimas yang diadakan di kawasan Jakarta Utara, 15 Juli 2018, pasangan ini lebih memilih bungkam, tidak menanggapi pertanyaan terkait keyakinan.

Bagi Nadine hal tersebut sangat bersifat pribadi. Selain itu, Nadine menegaskan bahwa baik dirinya ataupun Dimas, sama-sama menghargai apa yang telah diputuskannya bersama, dan mereka berdua juga menghargai keluarga masing-masing.

“Karena itu (soal agama) bersifat pribadi, dan kita menghargai juga apa yang kita putuskan dan kita menghargai juga keluarga kita, jadi biarlah itu menjadi milik kita saja,” jelas Nadine ditemui di acara resepsinya, Minggu.

Bagi Nadine, alasan yang membuatnya tak mau memberi penjelasan berkaitan tentang keyakinannya dengan Dimas, yaitu ia tak mau timbul pemikiran baru dalam masyarakat. “Soal itu (beda agama) kita mau meluruskan, mau bilang A, mau bilang B, pasti ada pemikiran baru,” tegas Nadine.

Sebaliknya, Nadine dan Dimas tidak pernah mengambil pusing dengan apa yang dikatakan masyarakat, khususnya warganet perihal keyakinan dalam pernikahannya. “Enggak lah (tidak ambil pusing), yang penting bahagia,” ujar Dimas.

Dimas juga mendoakan kepada seluruh masyarakat dan warganet yang selalu menggunjing pernikahannya, semoga masyarakat yang berpikiran negatif tersebut cepat menyusulnya menikah, agar bisa merasakan kebahagiaan sama seperti yang ia dan Nadine rasakan saat ini.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *